Rahasia gambar porno whatsapp dianggap bermasalah
News
Technology - 12 November 2017 - by RackH

rahasia gambar porno whatsapp

Dalam penelusuran Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), ada sembilan Domain Name System (DNS) yang berkaitan dengan Tenor. Tak dipungkiri, masyarakat masih bisa mengakses konten pornografi berformat GIF meski Kominfo telah memblokirnya.

Tips Berlangganan Internet Murah Unlimited saat ini

Tenor dianggap bermasalah karena menyediakan konten pornografi berformat GIF di WhatsApp. Tenor sendiri merupakan penyedia layanan GIF yang menjadi pihak ketiga di WhatsApp.

Dirjen Aptika Kementerian Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan, sebelumnya Kominfo telah memblokir enam DNS, yaitu tenor.com, api.tenor.com, blog.tenor.com, qa.tenor.com, media.tenor.com, dan media1.tenor.com. Namun kemudian, ditemukan tiga DNS lagi.

“Ternyata ada tiga DNS lagi yang berkaitan dengan Tenor, yaitu tenor.co, api.tenor.co, dan media.tenor.co. Makanya masyarakat masih bisa akses kemarin,” kata Semuel di Jakarta, Rabu (8/11/2017).

Pria yang akrab disapa Semmy ini mengatakan, Tenor masih belum bisa diakses di Indonesia. Sebab, tim internal dari Kominfo masih memastikan bahwa konten mesum berformat GIF itu sudah bersih di wilayah Indonesia.

“Kita lihat perbaikannya dulu search engine mereka, kalau sudah bersih nanti kita buka,” sebutnya.

Baca juga: Resmi! WhatsApp Batal Diblokir di Indonesia

Dengan pembersihan ini, Kominfo pun memutuskan untuk membatalkan rencana blokir WhatsApp yang tenggatnya jatuh hari ini.

Surat dari Tenor

Sebelumnya, Kominfo telah menerima surat jawaban dari Tenor. Isi surat itu menyebutkan, Tenor tengah menyiapkan tim teknis pencarian konten seperti yang diinginkan oleh pemerintah Indonesia.

“Pihak Tenor sudah menjawab notifikasi kami. Mereka juga sudah menyiapkan teknis searching konten, sehingga yang diinginkan Kominfo bisa dijalankan, dan konten-konten yang dilarang pemerintah Indonesia tidak bisa lagi diakses di sini,” ujar Plt Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo Noor Iza.

Pada kesempatan itu juga, Noor menjelaskan tim internal dari Kominfo terus melakukan pengujian teknis dan forensik untuk melihat perbaikan yang dilakukan oleh Tenor.

“Sehingga yang diinginkan Kominfo bisa dijalankan dan konten-konten yang dilarang pemerintah Indonesia tidak bisa diakses,” Noor melanjutkan.(detiknet)